Pengembangan Konsep Pariwisata Terintegrasi di Kota Ambon

Oleh : ARMELIA SIAHAAN , Instruktur Ahli Pertama

Kota Ambon dikenal sebagai “Ambon Manise”, sebuah julukan yang mencerminkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakatnya. Sebagai salah satu kota strategis di kawasan timur Indonesia, Ambon memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Namun, untuk menjawab tantangan globalisasi dan kebutuhan wisatawan modern, diperlukan sebuah konsep pengembangan pariwisata yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Visi: Ambon Sebagai Destinasi Pariwisata Terpadu

Pengembangan pariwisata terintegrasi di Kota Ambon bertujuan untuk mewujudkan Ambon sebagai destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kreativitas masyarakat lokal dalam satu ekosistem pariwisata yang saling terhubung.

Konsep ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat, melestarikan lingkungan, dan memperkuat identitas lokal.
Konsep ini sejalan dengan Visi Wali Kota Ambon, yaitu “Mewujudkan Ambon yang Harmonis, Sejahtera, dan Berdaya Saing”. Dimana pariwisata menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat harmoni sosial dan budaya di tengah masyarakat.

Pilar Pengembangan Pariwisata Terintegrasi

  1. Wisata Bahari Terpadu
    Pengembangan kawasan pantai, pulau-pulau kecil, dan spot snorkeling/diving seperti Pantai Natsepa, Pantai Liang, dan Pulau Pombo menjadi prioritas utama. Selain itu, akan dibangun Pusat Edukasi Ekosistem Laut untuk konservasi terumbu karang dan edukasi wisatawan.
  2. Kota Musik Dunia (UNESCO City of Music)
    Sebagai kota musik dunia, Ambon akan mengintegrasikan musik dalam setiap aspek pariwisata. Pembangunan ruang publik bertema musik, pertunjukan jalanan, serta wisata edukasi musik tradisional menjadi strategi utama.
  3. Wisata Budaya dan Kuliner Lokal
    Kampung wisata berbasis budaya, festival kuliner tradisional, dan street food heritage akan dikembangkan untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Event budaya tahunan seperti Festival Pattimura dan Festival Teluk Ambon akan menjadi daya tarik tambahan.
  4. Digital & Smart Tourism
    Pembuatan aplikasi “Ambon Tourist Hub” akan mempermudah wisatawan mengakses informasi, memesan layanan, dan menikmati virtual tour. Selain itu, akan disediakan free Wi-Fi di zona wisata utama dan QR code informasi destinasi.
  5. Pariwisata Berbasis Komunitas & Inklusif
    Pelibatan UMKM, pemuda, dan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan perempuan kepala keluarga akan menjadi prioritas. Program pelatihan pemandu wisata lokal dan desa wisata produktif akan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  6. Infrastruktur dan Aksesibilitas
    Peningkatan akses transportasi laut-darat, integrasi jalur wisata (tourism corridor), serta pengembangan fasilitas ramah disabilitas dan elderly akan memastikan kemudahan dan kenyamanan wisatawan.

Strategi Pengembangan
Pengembangan pariwisata terintegrasi di Ambon akan dilakukan melalui kolaborasi pentahelix (pemerintah, komunitas, swasta, akademisi, dan media). Branding “The Harmony Island” akan menjadi identitas baru Ambon yang menonjolkan perpaduan bahari, musik, dan budaya. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM pariwisata dan penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional akan terus didorong.

Strategi ini mendukung Misi Wali Kota Ambon, antara lain:

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor strategis (pariwisata dan ekonomi kreatif).
  3. Mengembangkan budaya lokal dan memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
  4. Meningkatkan daya saing kota melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Outcome yang Diharapkan
Dari konsep ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisatawan, terciptanya lapangan kerja berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif, serta terbangunnya ekonomi lokal yang berkelanjutan. Ambon juga diharapkan menjadi model kota wisata terintegrasi berbasis budaya dan ekosistem laut di Indonesia timur.

REFERENSI

Siwalimanews.com – “Walikota Janji Bangun Pariwisata Terintegrasi di Semenanjung Nusaniwe” – https://siwalimanews.com/walikota-janji-bangun-pariwisata-terintegrasi-di-semenanjung-nusaniwe/

Antaranews.com – “Pemkot Ambon Mengembangkan Pariwisata Budaya dan Musik” – https://www.antaranews.com/berita/3657393/pemkot-ambon-mengembangkan-pariwisata-budaya-dan-musik

Malukuterkini.com – “Kota Ambon Harus Padukan Wisata Alam & Atraksi Budaya” – https://www.malukuterkini.com/2023/10/26/kota-ambon-harus-padukan-wisata-alam-atraksi-budaya/

Ambon.go.id – “Wattimena Kukuhkan Badan Promosi Pariwisata Kota Ambon” – https://ambon.go.id/wattimena-kukuhkan-badan-promosi-pariwisata-kota-ambon-periode-2023-2026/

DPRDAmbon.com – “Strategi Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Ambon” – https://dprdambon.com/2025/04/pengembangan-infrastruktur-pariwisata-di-ambon/

En.antaranews.com – “Maluku Unveils Four Key Tourism Development Programs” – https://en.antaranews.com/news/360661/maluku-unveils-four-key-tourism-development-programs

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *