Dari Pajak ke Pembangunan: Intensifikasi PAD untuk Wujudkan 17 Program Prioritas Ambon

Oleh : Alimul Ikram , Instruktur Ahli Pertama

Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2025-2030 menempatkan 17 program prioritas sebagai peta jalan pembangunan kota, mulai dari akses air bersih, penataan lingkungan, hingga penguatan ekonomi lokal yang semuanya memerlukan dukungan fiskal berkelanjutan. Di tengah agenda besar itu, intensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah muncul sebagai strategi pragmatis dan realistis untuk memastikan program-program prioritas dapat dibiayai secara mandiri dan berkelanjutan.

Secara teknis, intensifikasi yang dijalankan Pemkot Ambon menunjukkan komitmen modernisasi administrasi fiskal, digitalisasi mekanisme pungutan, penambahan alat perekaman data untuk sektor jasa dan perdagangan, serta penguatan pendataan. Rencana penambahan ratusan alat perekaman dan unit meter untuk memantau penggunaan (sebagai contoh inisiatif BPPRD) adalah langkah konkret yang akan menutup celah kebocoran pendapatan sekaligus mempermudah wajib pajak memenuhi kewajiban mereka. Langkah-langkah seperti ini memperlihatkan kapabilitas pemerintah kota untuk bertransformasi menuju tata kelola fiskal yang lebih transparan dan efisien.

Target pendapatan yang ambisius termasuk target PAD 2025 memberi sinyal optimisme yang realistis apabila intensifikasi dilaksanakan konsisten. Upaya untuk meningkatkan kontribusi pajak kendaraan, retribusi parkir, dan pos-pos lain yang selama ini berpotensi belum termaksimalkan, bukan sekadar mengejar angka, melainkan investasi pada kemampuan daerah untuk membiayai layanan publik yang lebih baik. Keyakinan bahwa PAD dapat meningkat juga didukung oleh target-target spesifik yang dipublikasikan Pemkot, yang bila terealiasi akan memperkuat kemandirian fiskal Ambon.

Peran pengawasan legislatif dan validasi data usaha oleh DPRD misalnya pembentukan Panitia Kerja dan upaya validasi data usaha/pajak merupakan sinergi penting antara eksekutif dan legislatif yang menambah legitimasi dan akuntabilitas proses intensifikasi. Pendekatan ini menandakan bahwa peningkatan PAD bukan usaha sepihak, melainkan proses kolektif yang melibatkan pembenahan regulasi, harmonisasi data antar-OPD, dan keterlibatan publik untuk memastikan pungutan adil dan berdampak positif. Kombinasi penguatan kapasitas teknis dan kontrol publik ini berpotensi menghasilkan kenaikan penerimaan yang tahan banting.

Dari perspektif sosial-ekonomi, intensifikasi yang dirancang dengan hati-hati dapat memberikan manfaat ganda, menambah ruang fiskal untuk layanan publik (air bersih, pengelolaan sampah, perbaikan infrastruktur) sekaligus mendorong formalitas pelaku usaha lokal melalui kepastian layanan dan insentif kepatuhan. Oleh karena itu, rekomendasi praktis yang layak dipertimbangkan adalah:
(1) pelaksanaan digitalisasi secara bertahap disertai pelatihan wajib bagi petugas dan wajib pajak.
(2) paket insentif sementara bagi UMKM yang mendaftar formal
(3) transparansi realisasi PAD dan alokasinya agar kepercayaan publik terus meningkat.
Pendekatan ini menjaga agar intensifikasi tidak menjadi beban tambahan, melainkan katalis inklusif bagi pertumbuhan lokal.

Secara keseluruhan, langkah intensifikasi sumber-sumber pendapatan dalam kerangka 17 program prioritas Ambon adalah suatu kebijakan yang positif dan tepat waktu. Bila dilaksanakan dengan prinsip keadilan fiskal, transparansi, dan sinergi antar pemangku kepentingan, intensifikasi bukan hanya akan meningkatkan PAD tetapi juga membantu mewujudkan Ambon yang lebih mandiri, layanan publiknya lebih baik, dan iklim usaha yang semakin kondusif. Dengan dukungan politis dan teknis yang konsisten, peluang suksesnya sangat besar.

REFERENSI

Pengumuman/komitmen 17 program prioritas Pemkot Ambon. (https://ambon.antaranews.com/berita/255121/wali-kota-wawali-ambon-komitmen-jalankan-17-program-prioritas)

Target PAD Ambon dan strategi peningkatan penerimaan 2025. (https://ambon.antaranews.com/berita/251642/pemkot-ambon-penerimaan-opsen-pajak-dongkrak-pad-di-2025)

Rencana penambahan alat perekaman data dan meter air tanah oleh BPPRD. (https://patrolinews.id/2025/02/bpprd-kota-ambon-targetkan-pendapatan-pajak-rp1615-miliar-di-2025-tambah-500-alat-perekaman-data)

Evaluasi dan pembentukan Panja DPRD untuk optimalisasi pajak dan retribusi. (https://ambon.antaranews.com/berita/268585/dprd-ambon-evaluasi-pajak-dan-retribusi-daerah-untuk-optimalkan-pad)
(https://www.ambontoday.com/dprf-kota-ambon-genjot-validasu-data-usaha-dan-pajak-target-paf-capai-300-miliar)

Target dan perincian retribusi parkir sebagai salah satu komponen PAD. ( https://ambon.antaranews.com/berita/252205/ambon-targetkan-pendapatan-parkir-rp4-5-miliar-pada-2025)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *