Oleh : Salman Al-Farisi
Instruktur Ahli Pertama, Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon

Kota Ambon, sebagai pusat pertumbuhan di Provinsi Maluku, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Salah satu pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM yang unggul tidak terlepas dari kualitas pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat. Sebagai seorang instruktur yang setiap hari berinteraksi dengan angkatan kerja dan melihat langsung tantangan serta peluang di lapangan, saya menyadari betul betapa krusialnya peran dua sektor ini dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan produktif.
Salah satu program kerja yang dicanangkan oleh Walikota Ambon salah satunya adalah Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan yang berkualitas. Program ini tentu saja memiliki tujuan utama yakni untuk menciptakan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Kota Ambon semakin meningkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Ambon telah menunjukkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai program telah diluncurkan, mulai dari peningkatan infrastruktur sekolah, pengadaan sarana belajar, hingga pelatihan guru. Namun, kita tidak bisa menampik bahwa masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai standar kualitas pelayanan pendidikan yang optimal.
Beberapa indikator yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pemerataan Akses dan Fasilitas: Meskipun banyak sekolah telah dibangun dan direhabilitasi, kesenjangan kualitas antara sekolah di pusat kota dan di daerah pinggiran atau kepulauan masih terlihat. Beberapa sekolah mungkin masih menghadapi keterbatasan fasilitas laboratorium, perpustakaan, atau bahkan akses internet yang stabil.
- Kualitas Tenaga Pendidik: Peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan adalah langkah positif. Namun, tantangan rekrutmen guru-guru berkualitas, terutama untuk mata pelajaran spesifik atau di daerah terpencil, masih menjadi pekerjaan rumah. Evaluasi berkelanjutan terhadap metode pengajaran dan keselarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja juga penting.
- Keterlibatan Masyarakat dan Orang Tua: Partisipasi aktif orang tua dan komite sekolah dalam memantau dan mendukung proses pendidikan masih perlu digalakkan. Ini penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
- Relevansi Kurikulum dengan Kebutuhan Lokal: Dalam konteks ketenagakerjaan, kurikulum pendidikan formal seringkali belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri lokal di Ambon. Lulusan kerap belum memiliki keterampilan yang siap pakai sesuai dengan tuntutan pasar kerja di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, atau industri kreatif yang berkembang di Ambon.
Kondisi Kualitas Pelayanan Kesehatan di Kota Ambon: Upaya dan Harapan
Sektor kesehatan juga menjadi prioritas utama. Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah berupaya memberikan pelayanan terbaik. Program-program kesehatan masyarakat, seperti imunisasi, posyandu, dan penanggulangan penyakit menular, terus digalakkan.
Namun, beberapa aspek perlu terus ditingkatkan:
- Pemerataan Akses Fasilitas Kesehatan: Layaknya pendidikan, akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga medis spesialis masih menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah terpencil di Ambon. Antrean panjang di fasilitas kesehatan tertentu juga menunjukkan kebutuhan akan pemerataan dan peningkatan kapasitas.
- Ketersediaan dan Kualitas Tenaga Medis: Meskipun jumlah tenaga medis terus bertambah, ketersediaan dokter spesialis dan perawat yang memadai di seluruh fasilitas kesehatan masih perlu ditingkatkan. Pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan keramahan tenaga medis juga krusial.
- Manajemen Pelayanan dan Administrasi: Efisiensi dalam sistem antrean, rekam medis elektronik, dan prosedur administrasi lainnya dapat sangat meningkatkan pengalaman pasien.
- Penyuluhan dan Pencegahan: Peran Puskesmas dan posyandu sebagai garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif perlu diperkuat, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit endemik di wilayah tropis.
Saran dan Rekomendasi untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan
Melihat kondisi di atas, berikut adalah beberapa saran dan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di Kota Ambon:
- Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor dan Pentahelix:
- Pendidikan: Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, pelaku industri, perguruan tinggi, dan komunitas harus bersinergi dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal (misalnya, sektor maritim, pariwisata, perikanan). Program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terstruktur perlu diperbanyak.
- Kesehatan: Dinas Kesehatan perlu bekerja sama dengan institusi pendidikan (fakultas kedokteran/keperawatan), organisasi profesi medis, dan sektor swasta untuk peningkatan kapasitas SDM dan teknologi kesehatan.
- Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara Optimal:
- Pendidikan: Implementasi sistem informasi manajemen sekolah, platform e-learning, dan akses internet yang merata dapat mendukung pembelajaran daring dan penyediaan sumber belajar yang lebih luas.
- Kesehatan: Penerapan rekam medis elektronik, sistem antrean online, dan telemedisin dapat meningkatkan efisiensi dan jangkauan pelayanan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
- Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Tenaga Pelayan:
- Pendidikan: Program pelatihan berkelanjutan untuk guru, fokus pada pedagogi modern, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Pertimbangan insentif khusus bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.
- Kesehatan: Pelatihan rutin bagi tenaga medis untuk meningkatkan keterampilan teknis, etika pelayanan, dan kemampuan komunikasi. Peningkatan kesejahteraan yang layak akan menarik dan mempertahankan tenaga medis berkualitas di Ambon.
- Optimalisasi Anggaran Berbasis Kinerja dan Partisipasi Publik:
- Alokasi anggaran yang lebih besar untuk program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas, bukan hanya pembangunan fisik.
- Melibatkan masyarakat, orang tua, dan perwakilan pasien dalam proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pelayanan publik. Survei kepuasan pelanggan secara berkala harus menjadi indikator kunci keberhasilan.
- Penguatan Aspek Assurance dan Empathy (Jaminan dan Empati):
- Pendidikan: Membangun iklim sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung, di mana setiap siswa merasa dihargai. Guru dan staf harus menunjukkan empati terhadap kebutuhan belajar siswa yang beragam.
- Kesehatan: Mendorong tenaga medis untuk selalu bersikap ramah, sopan, dan menjelaskan kondisi kesehatan pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Memastikan pasien merasa didengar dan dihargai.
Penutup
Kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Ambon. Dengan SDM yang terdidik dan sehat, Ambon akan memiliki angkatan kerja yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing. Melalui kolaborasi yang kuat, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen yang berkelanjutan, kita dapat mewujudkan Kota Ambon yang maju, sejahtera, dan berdaya saing global, dimulai dari pelayanan dasar yang prima bagi seluruh masyarakat.
REFERENSI
- Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). “SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality.” Journal of Retailing, 64(1), 12-40.
- Tjiptono, Fandy. (2014). Service Management: Mewujudkan Pelayanan Prima. Edisi 3. Yogyakarta: Andi Offset.
