Oleh : DESY HIDAYATI
Instruktur Ahli Pertama

Apresiasi atas Komitmen Wali Kota dalam Pengelolaan Sampah dan Penataan Ruang Selama bertahun-tahun, Ambon menghadapi tantangan pelik dalam pengelolaan sampah dan penataan ruang. Namun dalam dua tahun terakhir, perubahan signifikan mulai terlihat. Di bawah komando Wali Kota Ambon saat ini, strategi tata kota tak lagi sebatas wacana, tapi menjelma menjadi gerakan nyata dan berdampak langsung ke masyarakat.
“Lewat bank sampah ini masyarakat selalu terus melakukan pengolahan sampah hingga menjadi produk-produk bernilai lainnya,” ucap Nova. (Antaranews.com 24 September 2024)
Salah satu langkah strategis yang mencuri perhatian adalah peluncuran bank sampah digital di sejumlah kecamatan. Lewat aplikasi berbasis komunitas dan kerjasama dengan pihak swasta, masyarakat kini bisa menabung sampah anorganik dan menukarnya dengan insentif ekonomi. Hal ini tidak hanya mengurangi tekanan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mendorong perilaku daur ulang secara sistematis.
Penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga menjadi prioritas. Dalam dua tahun terakhir, Pemkot telah membangun 5 taman kota baru, termasuk Taman Pattimura dan Taman Musik di kawasan Mardika, yang kini menjadi pusat interaksi sosial dan rekreasi.
“Mewujudkan kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tahan lama, dan berkelanjutan.” (Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11)
“Mewujudkan kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tahan lama, dan berkelanjutan.” (Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11)Tentu, tantangan belum selesai. Perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh butuh waktu. Infrastruktur pendukung seperti TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) juga masih perlu ditambah. Namun, arah kebijakan yang konsisten, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan patut diapresiasi.
Perubahan tidak akan bertahan lama jika hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Kunci keberhasilan transformasi kota terletak pada kolaborasi. Wali Kota Ambon tampaknya paham betul akan hal ini. Pelibatan komunitas lokal, edukasi lingkungan di sekolah, dan penyediaan ruang untuk partisipasi aktif masyarakat jadi strategi utama. Mari kita jaga dan dukung bersama arah baik ini. Karena kota bukan hanya warisan hari ini, tetapi titipan untuk generasi berikutnya.
REFERENSI
1. Bappeda Kota Ambon. (2025). RPJMD Kota Ambon 2025–2030. https://bappeda.ambon.go.id2. Maluku News. (2025). Pemkot Ambon Fokus Kurangi Kemacetan. https://malukunews.co/berita/kota-ambon/12345-pemkot-ambon-fokus-kurangi-kemacetan3. Tribun Ambon. (2025). Walikota Prioritaskan Transportasi Publik. https://ambon.tribunnews.com/2025/01/20/walikota-bodewin-prioritaskan-transportasi-publik4. RRI Ambon. (2025). Dishub Ambon Siapkan Rekayasa Lalu Lintas. https://rri.co.id/ambon/daerah/2025/02/05/dishub-ambon-siapkan-rekayasa-lalu-lintas
