LANGKAH KONKRET PEMERINTAH KOTA AMBON DALAM UPAYA PEMERATAAN PENYEDIAAN JARINGAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT

Oleh : ZULIAN ISA AMSYARI
Instruktur Ahli Pertama

Krisis air bersih merupakan salah satu permasalahan yang menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Ambon. Dilansir dari data SIMPeL Ombudsman RI yang diterima Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku sejak 2016 sampai 2019 berdasar laporan masyarakat yang masuk, menunjukkan terdapat kendala suplai air bersih oleh PT. Dream Sukses Airindo (DSA) dan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Ambon yang intinya masih belum mencukupi kebutuhan harian secara menyeluruh. Ketersediaan debit air per hari pada musim kemarau dapat menyusut hingga 60% dan pada musim hujan air yang disuplai belum bisa digunakan karena tercampur tanah atau keruh. Dari data yang diperoleh oleh Tim Ombudsman Maluku menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat Kota Ambon sebesar 60% dan PT. DSA dan PDAM Kota Ambon baru memenuhi 30% nya, sedangkan sisa 30% nya harus dibeli masyarakat dari perorangan atau dari menampung air hujan. Hasil penelitian ilmiah dari Fakultas Pertanian UNPATTI Ambon, Putuhena (2013) menyatakan produksi air dibandingkan kebutuhan air masyarakat Kota Ambon tidak mencukupi pada tahun 2010 yakni sebesar 15.894.849 m³. Sementara produksi air pada 2 perusahaan tersebut pada pada kondisi minimum di musim kemarau sebesar 8.267.275 m³ (baru memenuhi 52,01% nya saja) dan pada musim hujan sebesar 9.244.885 m³ (baru memenuhi 58% nya saja). Hal ini menunjukkan perlunya pemerataan program penyediaan air bersih untuk masyarakat Kota Ambon secara menyeluruh.

Pemerataan penyediaan jaringan air bersih secara menyeluruh kepada masyarakat menjadi 17 Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025 – 2030. Langkah konkret program ini mulai bertahap diwujudkan oleh Pemerintah Kota Ambon dengan beberapa program yang telah dilaksanakan. Dilansir dari ambon.go.id, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam arahan apel pagi pada Senin, 4 Agust us 2025 memberi apresiasi kepada jajaran Perumdam Tirta Yapono atas penyediaan jaringan air bersih yang telah dilakukan kepada masyarakat di 2 (dua) titik lokasi yakni di Negeri Halong dan Passo, Kecamatan Baguala. Target Pemerintah paling tidak seluruh masyarakat Kota Ambon dapat terakses air bersih yang disediakan Perumdam Tirta Yapono. Karena itu harapannya Perumdam Tirta Yapono terus bekerja keras membuka jaringan air bersih kepada masyarakat Kota Ambon.

Disisi lain masih banyaknya keluhan masyarakat mengenai belum optimalnya pelayanan air bersih di beberapa wilayah konsesi PT. Dream Sukses Airindo (DSA). Wilayah tersebut mencakup Kelurahan Karang Panjang, Negeri Batumerah, dan Pandan Kasturi yang masih tersendat. Untuk itu perlunya pihak-pihak terkait melakukan koordinasi guna segera menyelesaikan permasalahan tersebut agar terwujudnya kelancaran penyediaan akses air bersih untuk masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Bentuk perwujudan konkret program penyediaan layanan air bersih salah satunya adalah peresmian akses air bersih oleh Wali Kota Ambon untuk dusun Waimahu dan Dusun Taholah, di Kawasan Passo Transit pada Kamis (31/7/2025). Ini merupakan implementasi dari program prioritas utama Walikota dan Wakil Walikota Ambon yaitu memastikan kebutuhan dasar akses air bersih bagi masyarakat Kota Ambon. Menurut Wali Kota Ambon, dengan terealisasinya program penyediaan air bersih ini sejalan dengan strategi penanggulangan stunting, peningkatan kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan di masyarakat Kota Ambon. Dengan dimulainya peresmian penyediaan akses air bersih di Passo Transit ini diharapkan akan menjadi langkah awal program pemerataan penyediaan air bersih untuk seluruh wilayah Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon telah menunjukkan langkah awal dalam upaya penanggulangan krisis air bersih dengan membuka jaringan air baru di daerah yang belum terakses. Selaras dengan program tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga perlu mengembangkan program alternatif lain guna mendukung pemerataan akses air bersih. Program-program alternatif yang dapat dikembangkan antara lain seperti pembukaan waduk penampungan air baru di kecamatan atau desa yang mengalami kesulitan air bersih. Selanjutnya dapat juga membuat program pemberdayaan masyarakat untuk membuat penampungan, penyimpanan, dan pemanfaatan air hujan secara mandiri dengan memanfaatkan kondisi curah hujan di Kota Ambon yang cukup tinggi. Selain itu diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian hutan demi terjaganya sumber air bersih untuk keberlangsungan hajat hidup masyarakat Kota Ambon.

REFERENSI

Krisis Air Bersih dan Hilangnya Kawasan Hutan Tangkapan Air di Kota Ambon https://ombudsman.go.id/artikel/r/pwkinternal–krisis-air-bersih-dan-hilangnya-kawasan-hutan-tangkapan-air-di-kota-ambon

Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono atas Akses Air Bersih – https://ambon.go.id/wali-kota-apresiasi-perumdam-tirta-yapono-atas-akses-air-bersih/

Akses Air Bersih Negeri Passo Diresmikan – https://passo-ambon.digitaldesa.id/berita/akses-air-bersih-negeri-passo-diresmikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *